EKOEFISIENSI PERTANIAN PDF

Setiap langkah pada sistem pertanian-pangan harus dihargai. . Memasukan elemen-elemen ekoefisiensi seperti minimalisasi pelepasan limbah beracun ke. Pengukuran Tingkat Eko-efisiensi Menggunakan Life Cycle Assessment untuk Menciptakan Sustainable Production di Usaha Institut Pertanian Bogor., Bogor. ANALISA THERMOGRAVIMETRY PADA PIROLISIS LIMBAH PERTANIAN Hasil penelitian menunjukkan, bentuk eko-efisiensi yang dilakukan industri.

Author: Taugore Kigalmaran
Country: Anguilla
Language: English (Spanish)
Genre: Science
Published (Last): 28 April 2017
Pages: 410
PDF File Size: 3.97 Mb
ePub File Size: 19.66 Mb
ISBN: 310-2-93972-644-4
Downloads: 57242
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Turr

Kami berharap bahwa Anda menikmati presentasi ini. Untuk men-downloadsilahkan rekomendasi presentasi ini kepada teman-teman Anda dalam jaringan sosial. Tombol yang haris diklik terletak di bawah posting ini. Diterbitkan oleh Tama Ammar Telah diubah “3 tahun yang lalu. Ada yang bisa diperbarui, sebaliknya ada pula yang tidak bisa diperbarui.

Ada juga wilayah yang kaya akan sumber daya alam, sebaliknya ada wilayah yang miskin sumber daya. Semuanya itu seolah membentuk keseimbangan yang seharusnya dijaga. Wilayah yang melimpah akan sumber daya alam tertentu dapat memenuhi kebutuhan di wilayah yang kekurangan.

Sumber daya yang tidak dapat diperbarui diusahakan keseimbangannya dengan pengelolaan berbasis prinsip ekoefisiensi dan keberlanjutan. Begitu pula dengan sumber daya alam yang lainnya. Pada hakikatnya kelestarian sumberdaya alam bisa dicapai dengan pemanfaatan yang ekoefisien, mengelolanya dengan pedoman berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Mengelola sumberdaya alam dengan arif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan sebenarnya bukan hal yang sulit. Hanya dibutuhkan kemauan untuk melakukannya, ditambah dengan ekoefisiejsi mengenai cara-cara pelaksanaannya. Materi berikut akan menuntunmu menemukan langkah yang bisa diterapkan guna menuju pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Kehidupan manusia secara individu, bahkan sampai tingkat pembangunan di suatu daerah atau yang lebih tinggi, di tingkat negara misalnya, hampir selalu didasarkan pada pemanfaatan sumber daya alam.

Pasti bisa kamu bayangkan berapa banyak orang memanfaatkan sumber daya alam. Sayangnya, apa yang dibutuhkan oleh orang-orang tidak bisa semua terpenuhi. Wilayah dengan sumber daya alam melimpah bisa saja terpenuhi kebutuhannya. Namun, apa artinya jika lambat laut kekayaan tersebut habis.

Perhitungan hubungan-hubungan ekologis ekoefisiebsi dilakukan untuk mengurangi akibat-akibat yang merugikan baik bagi kelangsungan pembangunan maupun kelangsungan ekosistem. Itulah gambaran prinsip ekoefisiensi dalam pengelolaan sumber daya alam. Sebelum menerapkan bagaimana ekoefisiensi yang tepat, diperlukan pemahaman mengenai jenis, kondisi, dan nilai setiap sumber daya alam. Bagaimanapun sumberdaya alam mempunyai karakteristik khusus terutama dalam hubungannya dengan ekosistem dan pembangunan.

Kita perlu mengenali apakah suatu sumber daya alam itu tergolong bisa diperbarui atau tidak. Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui digunakan dan dikelola sehemat dan seefektif mungkin.

limbah cair industri: Topics by

Bahkan perlu dicari dan dilakukan penelitian terus-menerus guna menemukan sumber daya pengganti. Begitu juga dengan sumber daya alam yang dapat diperbarui, perlu dipergunakan dan dikelola sehemat dan seefektif mungkin guna mempertahankan perkembangan ekonomi yang baik secara lestari. Dalam prinsip ekoefisiensi, penggunaan sumber daya alam berdasarkan pemilihan peruntukannya menjadi sangat penting. Pemilihan peruntukan tersebut dilaksanakan atas dasar: Efisiensi dan efektivitas penggunaan yang optimal dalam batas-batas kelestarian sumber alam yang mungkin, Tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber alam lain yang berkaitan dalam suatu ekosistem, dan Memberikan kemungkinan untuk mempunyai pilihan penggunaan di masa depan, sehingga perombakan ekosistem tidak dilakukan secara dratis.

Untuk mewujudkan pengembangan industri hijau agar efektif, pemerintah mengeluarkan UUPPLH yang mengatur 16 tindak pidana lingkungan hidup.

Ekowisata dan Lingkungan The environment is one of the primary concerns of ecotourism, which often involves travel to relatively undisturbed areas. As the tourism product is often dependent upon nature, negative impacts upon that resource should be minimized. Even the most conscientious tourist will have some degree of impact on the environment and so ecotourism should therefore attempt to minimize that impact.

A definition of ecotourism must also take into account the local population – ecotourism should minimize negative impacts on the host community because otherwise the local population may come to dislike the presence of tourism, and this could undermine its long-term prospects. Tourism is likely to have the greatest socio-cultural impacts on small, isolated communities which may themselves be one of the tourist attractions.

As a result, any cultural changes in the community’s way of life may reduce the tourism product’s overall marketability and therefore future prospects. At the same time, ecotourism should produce direct economic benefits for the local community if it is to receive their continued support — benefits that should compliment rather than overwhelm traditional practices and sources of income.

  KRIS GETHIN BOOK GUIDE TO YOUR BEST BODY PDF

However, such economic benefits and material wealth obtained by the local community may themselves lead to cultural changes in their way of life.

The literature on ecotourism asserts that economic benefits should be accrued by the host community whilst at the same time preserving the environment and cultural way of life of that community. There are important reasons for local involvement other than a moral obligation to incorporate the people tourism will affect.

The degree of control the local population has over tourism in their locality is generally perceived as being a significant element of sustainability. As was noted earlier, ecotourism is required to provide direct economic benefits to the local community and minimize negative environmental and socio-cultural impacts.

The most likely way these objectives can be achieved is if the local community are actively participating in and empowered through ecotourism. Cater [] points out that: They are also more likely to ensure that traditions and lifestyles will be respected.

Also, including a participation program in the design stage of a project provides the opportunity for the local community to become educated about the purpose and benefits of the project, thereby increasing support for the effort. The key to avoiding such situations is local control of and participation in the tourism activity Sumber: Semua potensi tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi pengembangan kepariwisataan, khususnya wisata alam.

Keseluruhan potensi ODTWA tersebut di atas merupakan sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi dan sekaligus merupakan media pendidikan dan pelestarian lingkungan. Sasaran tersebut di atas dapat tercapai melalui pengelolaan dan pengusahaan yang benar dan terkoordinasi, baik lintas sektoral maupun swasta yang berkaitan dengan pengembangan kegiatan pariwisata alam, misalnya kepariwisataan, biro perjalanan, pemerintah daerah, lingkungan hidup, dan lembaga swadaya masyarakat.

Dalam pengembangan kegiatan pariwisata alam terdapat dampak positif dan dampak negatif, baik dalam masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan pertaanian. Dampak positif tersebut perlu ditingkatkan. Dampak negatifnya antara lain gangguan terhadap ODTWA erosi dan vandalismedan munculnya kesenjangan sosial.

Dampak negatif ini perlu mendapatkan perhatian dan ditanggulangi secara bersama antara pihak terkait. Upaya-upaya promosi perlu dikembangkan lebih lanjut melalui berbagai media oleh instansi pusat, daerah maupun swasta. Beberapa Peraturan Perundangan yang telah disusun untuk menunjang pengembangan kegiatan pariwisata alam dan upaya konservasi antara lain: Kegiatan pengusahaan pariwisata alam di kawasan pelestarian alam Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Taman Hutan Raya tidak termasuk dalam daftar bidang usaha yang tertutup bagi penanaman modal.

Perlu diketahui bahwa yang diperkenankan untuk membuka usaha di bidang pengusahaan pariwisata alam ialah perusahaan yang berbadan hukum Indonesia dan berlokasi di Indonesia. Namun demikian, pernyataan tersebut tidak berarti bahwa usaha ini tertutup bagi modal asing. Pembelian saham oleh warga negara asing dimungkinkan.

Dalam kaitannya dengan butir 2 tersebut di atas, kita masih dituntut untuk teliti dalam memilah kegiatan-kegiatan apa yang boleh ditangani oleh tenaga asing.

Sebagai contoh, tour operator sebaiknya tidak diserahkan kepada pihak luar karena merupakan kegiatan strategis yang perlu kita tangani sendiri. Dalam pembangunan sarana-prasarana pariwisata alam di kawasan pelestarian alam, beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: Tidak merubah bentang alam. Tinggi bangunan tidak melebihi tinggi tajuk.

Aspek Perencanaan Pembangunan ODTWA yang antara lain mencakup sistem perencanaan kawasan, penataan ruang tata ruang wilayahstandarisasi, identifikasi potensi, koordinasi lintas sektoral, pendanaan, dan sistem informasi Pegtanian. Aspek Kelembagaan meliputi pemanfaatan dan peningkatan kapasitas institusi, sebagai mekanisme yang dapat mengatur berbagai kepentingan, secara operasional merupakan organisasi dengan SDM dan PP yang sesuai dan memiliki efisiensi tinggi.

Aspek Sarana dan Prasarana yang memiliki dua sisi kepentingan, yaitu 1 alat memenuhi kebutuhan pariwisata alam, 2 sebagai pengendalian dalam rangka memelihara keseimbangan lingkungan, pembangunan sarana dan prasarana dapat meningkatkan daya dukung sehingga upaya pemanfaatan dapat dilakukan secara optimal.

EKOWISATA INDUSTRI HIJAU KOMPENDIUM KAJIAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN

Aspek Pengusahaan yang memberi kesempatan dan mengatur pemanfaatan ODTWA untuk tujuan pariwisata yang bersifat komersial kepada pihak ketiga dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Aspek Pemasaran dengan mempergunakan teknologi tinggi dan bekerja sama dengan berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri.

  JIBX TUTORIAL PDF

Aspek Peran Serta Masyarakat melalui kesempatan-kesempatan usaha sehingga ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan nantinya mampu menyediakan informasi bagi pengembangan dan pembangunan kawasan, kebijaksanaan dan arahan pemanfaatan ODTWA.

Para pelaku dan pakar di bidang ekowisata sepakat untuk menekankan bahwa pola ekowisata sebaiknya meminimalkan dampak yang negatif terhadap linkungan dan budaya setempat dan mampu meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat setempat dan nilai konservasi.

Beberapa aspek kunci dalam ekowisata adalah: Jumlah pengunjung terbatas atau diatur supaya sesuai dengan daya dukung lingkungan dan sosial-budaya masyarakat mass tourism Pola wisata ramah lingkungan nilai konservasi Pola wisata ramah budaya dan adat setempat nilai edukasi dan wisata Membantu secara langsung perekonomian masyarakat lokal nilai ekonomi Modal awal yang diperlukan untuk infrastruktur tidak besar nilai partisipasi masyarakat dan ekonomi. Ekowisata berbasis masyarakat merupakan usaha ekowisata yang menitikberatkan peran aktif komunitas.

Hal tersebut didasarkan kepada kenyataan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan tentang alam serta budaya yang menjadi potensi dan nilai jual sebagai daya tarik wisata, sehingga pelibatan masyarakat menjadi mutlak. Pola ekowisata berbasis masyarakat mengakui hak masyarakat lokal dalam mengelola kegiatan wisata di kawasan yang mereka miliki secara adat ataupun sebagai pengelola.

Ekowisata berbasis masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, dan mengurangi kemiskinan, di mana penghasilan ekowisata adalah dari jasa-jasa wisata untuk turis: Ekowisata membawa dampak positif terhadap pelestarian lingkungan dan budaya asli setempat yang pada akhirnya diharapkan akan mampu menumbuhkan jati diri dan rasa bangga antar penduduk setempat yang tumbuh akibat peningkatan kegiatan ekowisata.

Beberapa aspek kunci dalam ekowisata berbasis masyarakat adalah: Ekowisata dapat menciptakan nilai ekonomis bagi kawasan-kawasan konservasi. Agar bisnis ekowisata dapat menguntungkan sebagai mana yang diharapkan, beberapa kondisi harus diciptakan, yaitu antara lain: Mendorong kebijakan pemerintah Indonesia di bidang keimigrasian di daerah tujuan ekowisata yang terletak di perbatasan, misalnya di daerah Heart of Borneo.

Ekowisata dihargai dan dkembangkan sebagai salah satu program usaha yang sekaligus bisa menjadi strategi konservasi dan dapat membuka alternatif ekonomi bagi masyarakat. Dengan pola ekowisata, masyarakat dapat memanfaatkan keindahan alam yang masih utuh, budaya, dan sejarah setempat tanpa merusak atau menjual isinya.

Usaha harus layak secara ekonomi, menghasilkan pendapatan yang signifikan untuk masyarakat setempat, dan dikelola secara profesional. Kemudian, usaha tersebut perlu adil, bermanfaat buat masyarakat lokal sebagai mitra utama, dan mendukung konservasi secara nyata.

Dalam mengembangkan pemasaran, strategi pencitraan branding dan promosi untuk produk ekowisata sangat penting, melalui: Mengikuti kegiatan promosi dan pemasaran berskala internasional Melakukan survei pasar secara berkala untuk mengetahui dinamika pasar Mengidentifikasi target pasar untuk ekoefsiiensi ekowisata yang dikembangkan Menyelenggarakan promosi secara khusus fam trip, media trip, dll.

Membuka dan menjalin hubungan terbuka dengan pihak swasta dan mendorong adanya kesepakatan antara organisasi masyarakat dengan tour operator. Ekowisata adalah bentuk baru dari perjalanan bertanggungjawab ke area alami dan berpetualang yang dapat menciptakan industri pariwisata Eplerwood, Prinsip daya dukung lingkungan diperhatikan dimana tingkat kunjungan dan kegiatan wisatawan pada sebuah daerah tujuan ekowisata dikelola sesuai dengan batas-batas yang dapat diterima baik dari segi alam maupun sosial-budaya Sedapat mungkin menggunakan teknologi ramah lingkungan listrik tenaga surya, mikrohidro, biogas, dll.

Beberapa contoh di lapangan menunjukan bahwa ekowisata di tingkat lokal dapat dikembangkan melalui kesepakatan dan kerjasama yang baik antara Ekoedisiensi Operator dan organisasi masyarakat contohnya: Peran organisasi masyarakat sangat penting oleh karena masyarakat pertanina stakeholder utama dan akan mendapatkan manfaat secara langsung dari pengembangan dan pengelolaan ekowisata.

Koordinasi antar stakeholders juga perlu mendapatkan perhatian. Dibangun kemitraan antara masyarakat dengan Tour Operator untuk memasarkan dan mempromosikan produk ekowisata; dan antara lembaga masyarakat dan Dinas Pariwisata dan UPT Adanya pembagian adil dalam pendapatan dari jasa ekowisata di masyarakat Organisasi masyarakat membuat panduan untuk turis. Ekowisata memperjuangkan prinsip perlunya usaha melindungi pengetahuan lertanian hak atas karya intelektual ekoefixiensi lokal, termasuk: