AMTSILATI JILID 2 PDF

Amtsilati Jilid I halaman 1 · Amtsilati Jilid I halaman 2 · Amtsilati Jilid I halaman 3 · Amtsilati Jilid I halaman 4 · Amtsilati Jilid I halaman 5 · Amtsilati Jilid I halaman. Alhamdulillah dilakukan evaluasi kenaikan jilid 2 tahun ajaran , secara Test lisan & Tes Kitab, Amtsilati Putri Evaluasi Ba’da Maulud Majelis. Donor challenge: Your generous donation will be matched 2-to-1 right now. Your $5 becomes $15! Dear Internet Archive Supporter,. I ask only.

Author: Dok Visar
Country: South Sudan
Language: English (Spanish)
Genre: Video
Published (Last): 6 June 2012
Pages: 245
PDF File Size: 10.98 Mb
ePub File Size: 5.52 Mb
ISBN: 903-1-12543-739-2
Downloads: 65161
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Mat

Atlas Benih jilid 3 Download Report. Published on May View 7. Buku ini sampai dengan tahun telah terbit dalam empat jilid dan cukup memperolehrespon positif dari para pengguna benih. Hal ini terbukti dengan banyaknya permintaanterhadap buku tersebut baik dari instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Kitab Amtsilati Jilid 2 | aku | Pinterest

Oleh karena keterbatasan jumlah cetakan setiap jilid dan untuk dapat memenuhi kebutuhanpara pengguna benih tanaman hutan, maka secara bertahap Balai Penelitian danPengembangan Teknologi Perbenihan melakukan pencetakan ulang Buku Atlas BenihTanaman Hutan.

Semoga buku amtsilaati bermanfaat. Bogor, Agustus Kepala Balai,Ir. Balsa Ochroma bicolor Rowlee Bambu Betung Dendrocalamus asper Schultesf. Bungur Langerstroemia speciosa L.

Cemara Laut Cassuarina equisetifolia L Durian Durio carinatus Mast. Jambu Mete Anacardium occidentale L Kayu Putih Melaleuca cajuputi Powell Kecapi Sandoricum koetjape Burm. Kemenyan Styrax Benzoin Dryand Kemiri Aleurites moluccana L Wilid Kemlandingan Leucaena leucocephala Lam. Ki Putih Homallium tomentosum Benth. Kourbaril Hymenaea courbahl Linn. Matoa Pometia pinnata Forest Nangka Artocarpus heterophyllus Lam. Pala Myristica fragrans Houtt Pellita Eucalyptus pellita F.

Rotan Manau Calamus manan Miq Sempur Dillenia excelsa Miq. Sentul Sandoricum nervosum Blume Sungkai Peronema canescens Jack Tanjung Mimusops elengi L. BukuAtlas Benih Tanaman Hutan Indonesia ini merupakan salah satu paket informasi IPTEKyang dikemas dan disajikan dalam bentuk praktis dan cukup lengkap, mudah dimengertidan bersifat informatif dalam implementasinya. Dalam jilid I telah disajikan risalahmengenai 23 jenis, jilid II sebanyak 26 jenis, sedangkan dalam jilid III ini disajikan risalah25 jenis.

Sangat disadari bahwa sudah banyak publikasi yang diterbitkan di bidang teknologiperbenihan tanaman hutan terutama publikasi ilmiah, semi ilmiahnamun ketersediaanpaket informasi yang praktis dan komprehensif seperti ini masih sangat terbatas.

Oleh sebab itu penerbitan Buku Atlas Benih Tanaman HutanIndonesia akan diteruskan secara berkesinambungan jilid per jilid. Penggunaan nama perdagangan seringkali merupakan nama sekelompok jenis tanamanyang memiliki ciri sifat dan kegunaan kayu yang hampir sama.

Sebagai contoh “merantimerah” merupakan nama perdagangan dari genus Shorea dan “keruing” untuk kelompokjenis dalam genus Dipterocarpus.

Sebagai contoh asam jawa memiliki nama botanis Tamarindus indica L. Sebaran TumbuhSebaran tumbuh merupakan sebaran alami dan daerah dimana terdapat sumberbenihnya. Penulisan sebaran tumbuh dilakukan dalam satuan propinsi atau satuanregional, kecuali jika diketahui secara pasti lokasi keberadaannya. Musim BuahUmumnya, musim buah tanaman hutan bervariasi dan dapat dijadikan 2 kelompok besaryaitu yang berbuah pada musim kemarau Juni-Agustus dan disebut dengan kelompokbenih ortodoks seperti Calamus manan Miq rotan manau.

  ELECTROTECHNOLOGY PRACTICE JEFFERY HAMPSON PDF

Sedangkan yang berbuahpada musim hujan biasanya disebut dengan buah rekalsitran yaitu berbuah pada bulanNovember-Februari, contohnya Pometia pinnata Forest, matoaStyrax benzoin Draynd kemenyan.

Atlas Benih (jilid 3)

Pengumpulan BenihPengumpulan benih mencantumkan bagaimana mengetahui kemasakan buah yangbiasanya ditandai dengan adanya perubahan warna kulit, cara pemanenan buah maupunciri-ciri buah sudah dapat dipanen. Sebagai keterangan tambahan dicantumkanmengenai bentuk dan ukuran buah, serta jumlah benih rata-rata dalam satuan berat kilogram. Ekstraksi BenihEkstraksi benih didefinisikan jliid kegiatan mengeluarkan dan membersihkan benihdari bagian-bagian lain buah, seperti tangkai, kulit dan daging buah.

Dikenal dua macamekstraksi, benih yaitu ekstraksi kering yang dilakukan terhadap buah berbentuk polong Adenanthera microsperma dan jenis-jenis yang memiliki daging buah yang kering Casuarina equisetifolia.

Sedangkan ekstraksi basah dilakukan terhadap jenis-jenisyang memiliki daging buah yang basah seperti Pometia pinnata MatoaNepheliumlongan Lengkeng. Pada jenis Dipterocarpaceae dan amtxilati lainnya yang bersayap,ekstraksi dilakukan dengan cara membuang sayapnya.

Penyimpanan BenihKemampuan benih untuk disimpan bervariasi. Ada 2 kelompok besar sifat benih dalampenyimpanan: Uji perkecambahan benih di rumah kaca umumnyamenggunakan media tanah halus, pasir halus, serbuk gergaji dan media iainnya, dapatjuga campuran atau tidak dicampur.

Media sebelum digunakan harus disterilkan dahuludengan cara pemanasan dalam oven bertemperatur amtsilatu untuk media kertas dandilakukan penggorengan untuk media lainnya. Pencegahan Hama dan PenyakitPerlakuan pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit benih dapat dilakukansebelum benih disimpan, selama penyimpanan, uji perkecambahan dan persemaian.

Pencegahan hama penyakit dimaksudkan amtwilati kecambah yang tumbuh serta bibitnya dipersemaian dapat tumbuh sempurna, sehingga penanaman dapat berjalan dengan baik. PersemaianKondisi kecambah ketika siap untuk dibesarkan dalam persemaian merupakan awal darikegiatan persemaian. Persiapan bibit sebelum ditanam meliputi kondisi persemaianseperti naungan, media bibit, pemupukan dan pemeliharaan lainnya.

Pemupukan bibit dipersemaian yang intensif dan baik akan berpengaruh terhadap kesiapan dalampenanaman di lapangan.

Hal ini dimaksudkan untukmenyamakan persepsi dalam implementasinya. Tumbuh secara alami di daerah tropika Amerika Tengah danSelatan. Jenis ini setelah ditanam menyebar di banyaknegara tropis seperti Malaysia, Indonesia, Philipina dan1. Musim buah masak umumnya terjadi pada bulan September -November. Musim berbunga dan berbuah bervariasi padalokasi yang berbeda yang sangat dipengaruhi oleh kondisiekologi lokasi setempat. Pengunduhan atau pemanenan dilakukan pada saat buahmasak berwarna hijau tua dan kulit buah mulai merekah.

Pengumpulan buah dilakukan dengan pemanjatanmenggunakan alat panjat, galah berkait dan karung plastik. Buah yang telah dipetik kemudian dimasukan dalam karungplastik untuk diangkut ketempat ekstraksi benih.

Ekstraksi benih dilakukan dengan cara manual, yaitu 1 menjemur buah balsa selama 1 – 2 hari, sehingga kulit buahmembuka, dan 2 benih yang terlindungi oleh kapukdisekitarnya harus menggunakan api kecil untuk membakarsebagian dari kapuk yang ada dan dengan tangandipisahkan benih dari kapuk pembungkusnya.

  ELEKTROMOTORNI POGONI PDF

Benih balsa tergolong kelompok benih intermediaterekalsitran. Untuk mencegah seranganjamur selama penyimpanan, dapat diberikan fungisidasecukupnya. Benih balsa tidak memiliki dormansi. Tetapi untukmempercepat perkecambahan, disarankan untukmerendam benihnya dalam air dingin selama 24 jam. Pengujian daya berkecambah benih dilakukan dapatdilakukan di rumah kaca atau dengan alat pengecambahbenih germinator.

Benih Balsa ditabur pada mediacampuran pasir dan tanah 1: Perkecambahan benih pada alat pengecambah germinator memerlukan temperatur 25 – 35C setiap3 harinya. Sedangkan pada pengujian di rumah kacadilakukan di bak kecambah yang ditutup dengan plastiktransparan. Benih yang telah berkecambah dengan dua helai daundisemai pada media bibit pada pagi hari atau sore hari, untukmencegah penguapan yang berlebihan dan panas padakecambah yang baru disemai.

Media semai yang digunakan2merupakan campuran tanah, pasir dan kompos 7: Tumbuhan Berguna Indonesia terjemahan. Teknik Penanaman Khaya anthoteca.

PusatLitbang Hutan dan KonservasiAlam. Report of Practical Attachment Program. The Malayan Forester Vol. Asep Rohandi dan Dede Jajat Sudrajat Backer ex Heyne Nama Perdagangan: Bambu BetungDendrocalamus asper Schultes f. Backer ex HeyneGraminaeSebaran tumbuh: Di daerah Sunda bambu inidikenal dengan nama awi bitung dan di daerah Batakdikenal dengan nama buluh bitung. Tumbuh mulai daridataran rendah sampai ketingggian m dpl. Pertumbuhan terbaik pada ketinggian mdplzdengan curah hujan mm.

Tanaman ini cukupsubur pada jenis tanah alluvial, terutama di daerah yangtidak terlalu kering atau lembab serta dapat tumbuh81pada tanah berpasir dan sedikit asamPembiakan Generatif: Tanaman ini jarang diperbanyak secara generatifkarena jumlah biji yang sangat terbatas, selain itu untukmencapai tingkat perumpunan normal diperlukanwaktu lebih dari 10 tahun.

Perbanyakan vegetatif dapat dilakukan melalui stekakar rhizomestek batang, stek cabang, layering dankultur jaringan “. Stek Akar rhizome Pengadaan bibit dengan menggunakan rhizomeakar batang rootstock sudah sering dilakukandibandingkan dengan cara lainnya. Pengambilan dilakukan pada musim hujan agarbertepatan dengan musim penanaman. Stek CabangBahan tanaman diambil dari induk bambu betungyang berumur 3 tahun.

Cabang yang dipilih harusmempunyai perakaran yang masih berkembang danbagian pangkalnya membengkak. Diupayakan agartidak terlalu tua atau terlalu muda yang dapatdibedakan berdasarkan warna cabang hijau tua.

Pemotongan cabang dilakukan mulai dari pangkal yangmenempel amtsilat buku batang. Panjang stek cabangsekitar 40 cm dengan diameter sekitar 1, cm atau ruas cabang. Beberapa cabang yang berdaundipertahankan untuk merangsang pertumbuhan akar. Pengangkutan bahan ke persemaian dapatmenggunakan kain basah untuk membungkus bahantanaman supaya bahan tanaman tersebut tetap segar.

Keuntungan metode ini adalah tidak merusak pohoninduk, dapat dilakukan dalan skala besar, memudahkandalam transportasi dan dapat meningkatkan kualitasbatang induk.